Lifestyle

Pahami Ini Sebelum Mulai Investasi Reksadana Pendapatan Tetap!

Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

Banyaknya jenis investasi yang ditawarkan saat ini, tentu saja membuat kita harus memahami jenis-jenis investasi dan hal-hal yang berhubungan dengan instrumen investasi yang akan dipilih.
Salah satunya adalah jenis investasi reksadana pendapatan tetap (Investasi RDPT). Selain mempelajari strateginya, calon investor juga harus mengetahui kapan harus menanamkan modal dan kapan harus mencairkannya dengan tetap.

Mengenal Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

Senada dengan investasi reksa dana saham, investasi reksadana pendapatan tetap sebenarnya bukan termasuk jenis reksadana yang minim resiko, tapi menawarkan potensi return alias imbal hasil lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang. Investasi RDPT ini merupakan jenis investasi reksadana yang memakai instrumen surat utang atau obligasi dalam mengembangkan modal investornya.

Reksadana jenis ini dikelola manajer investasi sebagai pihak yang berperan untuk memaksimalkan keuntungan. Pihak manajer investasi selaku pengelola investasi ini akan menempatkan setidaknya 80% minimal dana yang dikelola ke efek utang pemberi pendapatan tetap.

Sementara itu, sisanya 20% dialokasikan ke dalam investasi pasar uang. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan efek utang adalah surat utang atau obligasi yang mempunyai jangka waktu 1 tahunan, entah itu yang diterbitkan pihak perusahaan swasta maupun pemerintah.

Selanjutnya, manajer investasi melakukan analisis terlebih dahulu tentang produk obligasi tersebut. Biasanya mereka memilih obligasi dengan rating tinggi dan berpotensi baik. Dengan kata lain, reksadana ini adalah jenis investasi yang dana kelolaannya sebagian besar dikembangkan lewat efek utang dengan return atau imbal hasil tetap.

Pahami Ini Sebelum Berinvestasi Reksadana Pendapatan Tetap

Sebelum memulai investasi RDPT ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu, diantaranya sebagai berikut :

Pelajari Tugas dari Manajer Investasi

Anda harus tahu bahwa manajer investasi bertugas untuk mengelola produk investasi reksadana supaya kinerjanya semakin meningkat. Tugas lainnya yaitu untuk melakukan transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pengembangan modal atau dana yang diinvestasikan oleh investor.

Manajer investasi juga mengelola portofolio surat berharga atau surat efek investor sesuai perjanjian atas pengelolaan dana yang diinvestasikan. Selanjutnya adalah melakukan pengelolaan portofolio investasi secara kolektif demi kepentingan beberapa investor lewat berbagai macam produk yang telah diatur berdasarkan peraturan dari pengawas pasar modal.

Memahami Sistem Pembagian Profit dan Return

Biasanya imbal hasil atau return disebut juga sebagai kupon dalam instrumen investasi obligasi begitu pula pada investasi RDPT. Selain itu, kupon dalam obligasi umumnya diberikan ke pihak investor dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kupon yang diberikan juga berlangsung setiap 3 bulan sekali, selain itu jangka waktu untuk pembagiannya diterapkan dalam obligasi yang telah diterbitkan perusahaan.

Jatuh Tempo

Investasi reksadana sebenarnya tidak mempunyai jangka waktu, tidak terkecuali dalam investasi reksadana pendapatan tetap. Walaupun instrumen obligasi sudah memasuki jatuh tempo, namun reksadana yang telah dibeli tetap menjadi milik investor.

Dengan kata lain, pada investasi RDPT manajer investasi terus melakukan pengembangan dana kelolaan dari investor terus menerus. Jadi, saat salah satu instrumen obligasi telah memasuki jatuh tempo, maka mereka akan langsung mengalihkan dana tadi untuk diinvestasikan lagi ke dalam obligasi lainnya.

Itulah beberapa hal yang harus Anda pelajari sebelum memilih investasi reksadana pendapatan tetap. Tujuannya agar Anda lebih memahami bagaimana investasi dapat menghasilkan profit dan dapat memilih jenis instrumen yang tepat.